kp_dislutkan | Bidang Kelautan dan Pesisir

Potensi Sumberdaya dan Jasa Ekosistem Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil (PPK), terdapat 3 (tiga) sistem utama yang membentuk ekosistem littoral, yaitu Mangrove, Padang Lamun dan Terumbu Karang. Ketiga sistem ini menjadikannya ekosistem pesisir yang sangat potensial untuk menopang 90% Sumber Daya Ikan (SDI) pada laut dangkal.

Sobat Dislutkan, kali ini kita akan membahas salah satu dari sistem utama yaitu Ekosistem Padang Lamun. Lamun didefinisikan sebagai satu-satunya tumbuhan berbunga (Angiospermae) yang mampu beradaptasi secara penuh di perairan yang salinitasnya cukup tinggi atau hidup terbenam di dalam air dan memiliki rhizoma, daun, dan akar sejati. Beberapa ahli juga mendefinisikan lamun (seagrass) sebagai tumbuhan air berbunga, hidup di dalam air laut, berpembuluh, berdaun, berimpang, berakar, serta berbiak dengan biji dan tunas.

Sebagai tumbuhan laut, lamun biasanya tumbuh terendam di dalam air laut yang bersubstrat pasir atau campuran pasir, lumpur, dan pecahan karang, sampai ke kedalaman air laut yang tidak lagi terkena penetrasi sinar matahari. Di Indonesia, lamun umumnya tumbuh di daerah pasang surut dan sekitar pulau-pulau karang. Sebagai pengendali ekosistem di laut, lamun menjadi habitat yang penting dan sebagai tempat bagi biota laut mengasuh dan membesarkan anaknya, serta tempat mencari makan bagi ikan-ikan karang dan satwa laut berukuran besar seperti penyu dan duyung.

Istilah rumput laut dalam bahasa Indonesia mengacu secara kolektif baik kepada tumbuhan laut yang berbunga (lamun) yang hidup di bawah permukaan air, maupun kepada ganggang bentos makroskopik (rumput laut). Tetapi secara ekologis, padang lamun disebut sebagai ilalang laut (sea grass), sedangkan rumput laut disebut sebagai ganggang atau alga laut (Sea weeds). Padang lamun didominasi oleh lamun, walaupun di antara tumbuhan ini dapat pula ditemukan ganggang laut, termasukganggang hijau (green algae).

Untuk perairan pesisir di wilayah Gosong Baras Basah, Kabupaten Kotawaringin Barat, jenis lamun yang ditemukan didominasi jenis lamun Halodule uninervis dengan substrat dasar pasir. Lamun Halodule merupakan lamun disukai Dugong karena teksturnya halus dan ukurannya kecil. Dengan demikian, saat mulut mamalia laut tersebut memakannya, lamun bisa mudah dicerna. Saat sedang makan, Dugong biasanya akan membentuk pola memanjang seperti traktor sedang membajak sawah.
Sobat Dislutkan....ayooo…. kita jaga kelestarian ekosistem Padang Lamun yang ada di wilayah perairan kita. Jika Padang Lamun ini rusak maka akan diikuti menurunnya shelter, feeding dan spawning area. Dalam jangka waktu lama akan mengganggu ketersediaan Sumber Daya Ikan bahkan mengganggu keberadaan mamalia Ikonik Perairan Pesisir Kalimantan Tengah; Dugong.