Sebagai kepatuhan terhadap amanat undang-undang perkoperasian dan pertanggungjawaban atas kepercayaan anggota koperasi, pengurus KPN Perikanan Dislutkan Kalteng secara rutin melaksanakan Rapat Anggota Tahunan. RAT KPN Perikanan Tahun Buku 2020, dilaksanakan pada hari Kamis, 25 Februari 2021, di Aula Kantor Dislutkan Kalteng.
Dikarenakan masih berlangsungnya pandemi COVID19, Rapat ini dilaksanakan secara terbatas dengan mematuhi protokol kesehatan. Selaku pembina KPN Perikanan hadir Kadislutkan Kalteng, Ir. H. Darliansjah, M.Si dan Ketua DEKOPINDA Kota Palangka Raya, Jayani Simarmata, SE. Selain itu, hadir pula penyuluh koperasi dari Kementerian KUKM, pengawas, serta perwakilan dari Anggota KPN Perikanan. Untuk Anggota yang tidak dapat hadir di ruang pertemuan dapat mengikuti acara secara virtual melalui Zoom Cloud Meeting.
Didalam laporannya, Ketua Pengurus KPN Perikanan, Ir. Lesep, M.Si menyampaikan perkembangan KPN Perikanan selama Tahun Buku 2020. Sebagai koperasi yang anggotanya terbatas pada ASN lingkup Dislutkan Kalteng, perkembangan KPN Perikanan cukup baik, dimana jumlah modal mencapai Rp. 1,147 M.
Kadislutkan Kalteng, Ir. H. Darliansjah, M.Si selaku pembina dalam sambutannya menyatakan apresiasi terhadap kerja keras pengurus dan pengawas KPN Perikanan yang mampu mendongkrak jumlah modal sehingga dapat bertambah cukup signifikan serta melaksanakan RAT tepat waktu. Beliau menyatakan agar pengurus dan pengawas KPN Perikanan untuk jeli melihat peluang-peluang diversifikasi usaha di bidang kelautan dan perikanan yang sesuai dengan kebutuhan anggota serta tugas dan fungsi Dislutkan Kalteng. Diharapkan, pengurus dapat terus melayani anggota koperasi dengan amanah dan profesional, terlebih dimasa pandemi ini dimana mungkin terdapat anggota yang memerlukan suntikan dana.
Menurut H. Darliansjah, koperasi memiliki sifat yang berbeda dengan perusahaan, dimana koperasi memiliki prinsip dari, oleh, dan untuk anggota, sehingga harus berorientasi untuk melayani anggota yang merupakan memilik badan usaha sekaligus pengguna jasa. Koperasi selain mencari profit juga harus memberikan benefit bagi anggota, imbuhnya. Dalam arahannya, Kadislutkan menghimbau anggota KPN Perikanan untuk disiplin dalam melaksanakan tugas kewajibannya sebagai anggota dan semakin aktif memanfaatkan fasilitas-fasilitas yang disediakan oleh koperasi agar KPN Perikanan dapat semakin berkembang dan memberi manfaat bagi banyak orang. Selain itu, beliau menambahkan agar pengurus KPN semakin kompak, akuntabel dan profesional sehingga dapat semakin meningkatkan kepercayaan anggota untuk mengelola koperasi. Agar kompetensi pengurus KPN Perikanan semakin meningkat, Kadislutkan menyarankan pengurus untuk melakukan kaji banding ke koperasi perikanan yang telah berjalan dengan baik.
Dari DEKOPINDA Kota Palangka Raya, Jayani Simarmata yang juga merupakan Pengawas Koperasi juga menyampaikan apresiasinya terhadap KPN Perikanan. Menurut Jayani, melaksanakan RAT tepat waktu merupakan salah satu ciri-ciri koperasi yang sehat. Umumnya pelaksanaan RAT terlambat akibat penyusunan Laporan Keuangan koperasi yang terlambat dikarenakan administrasi pembukuan yang kurang baik. Jayani mengagumi kesigapan pengurus KPN Perikanan yang telah berhasil mengadakan Dana Cadangan Resiko (DCR) pada Tahun Buku 2020. “Dengan adanya DCR akan dapat meminimalkan resiko dan memberi manfaat bagi anggota dan ahli warisnya” pungkas Jayani.
RAT membahas Laporan Pertanggungjawaban pengurus dan pengawas pada Tahun Buku 2020, serta rencana kerja pada Tahun Buku 2021. Setelah RAT selesai dilaksanakan, dilakukan pembagian Sisa Hasil Usaha (SHU). Acara terakhir yang paling ditunggu-tunggu ini disambut dengan sukacita oleh para anggota.
(Lee)