Desa Ujung Pandaran – Kotawaringin Timur - Di daerah pesisir laki-laki sebagai kepala rumah tangga umumnya berperan sebagai nelayan menangkap ikan di laut untuk mata pencaharian, sementara perempuan (istri) kebanyakan tidak mempunyai pekerjaan lain selain mengurus rumah tangga. Hal ini sangat disayangkan mengingat perempuan selain menjadi ibu rumah tangga juga dapat turut berperan untuk membantu meningkatkan ekonomi keluarganya.


Akselerasi peningkatan ekonomi masyarakat di wilayah pesisir diharapkan dapat lebih cepat dicapai dengan membentuk kelompok ekonomi masyarakat pesisir dimana kelompok-kelompok khusus yang terbentuk ini dapat diberikan pembinaan secara menyeluruh, terstruktur dan terencana sesuai dengan prinsip pemberdayaan yaitu helping the poor to help themselves (menolong orang yang tidak mampu agar berdaya untuk menolong diri sendiri). Kelompok ekonomi yang terbentuk perlu didukung dengan membuka akses terhadap informasi permodalan dan peningkatan keterampilan teknis masyarakat. Kegiatan-kegiatan yang telah dilakukan untuk mendukung kelompok ekonomi masyarakat pesisir antara lain adalah pelatihan akses permodalan dan pelatihan keterampilan pengolahan hasil limbah perikanan.


Dalam pelaksanaan kegiatan-kegiatan tersebut melibatkan peran perempuan dan laki-laki, dimana partisipasi perempuannya lebih dominan jumlahnya. Kegiatan Pelatihan Akses Permodalan Masyarakat Pesisir diharapkan dapat memberikan pengetahuan tentang akses permodalan sehingga masyarakat dapat mengakses modal dari lembaga-lembaga keuangan yang resmi seperti Bank BNI dan Dinas Koperasi untuk mendukung produktivitasnya dan mengurangi ketergantungan masyarakat terhadap jeratan lintah darat. Sementara itu, pelatihan Peningkatan Keterampilan menjadi rangkaian yang tidak terpisah dari kegiatan Pelatihan Akses Permodalan Masyarakat Pesisir, dimana masyarakat pesisir yang dilibatkan dalam pelatihan ini diberikan keterampilan untuk menghasilkan produk-produk bernilai jual yang berasal dari bahan-bahan lokal seperti sisa hasil pengolahan produk perikanan. Setelah pelatihan dilaksanakan, para peserta pelatihan memperoleh keterampilan membuat berbagai bentuk suvenir seperti rangkaian bunga, gantungan kunci, asbak rokok, dan lain-lain, dari bahan dasar kulit kerang, kulit ikan, limbah batok kelapa, dan kayu yang terdampar di pantai. Pelatihan ini diharapkan dapat memberikan dampak positif terhadap upaya wanita pesisir dalam memperbaiki perekonomian keluarga sekaligus dapat mengurangi tekanan terhadap kerusakan lingkungan di wilayah pesisir.


Untuk mendukung keseimbangan peran wanita dalam kegiatan-kegiatan pemberdayaan masyarakat maka diperlukan adanya perencanaan kegiatan yang bersifat responsif gender. Pada tahun 2021, kegiatan akses permodalan dan pelatihan keterampilan pengolahan limbah hasil perikanan dari Dislutkan Kalteng dinominasikan sebagai salah satu kegiatan bersifat inovatif dalam penilaian Anugerah Parahita Ekapraya Provinsi Kalimantan Tengah.

Galeri Berita