Verifikator |

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (Kadislutkan) Provinsi Kalimantan Tengah (Prov. Kalteng) Ir. H. Darliansjah, M.Si hadir sebagai Narasumber Dialog Pagi TVRI Kalimantan Tengah. Pertemuan tersebut bertempat di Studio Outdoor TVRI Kalteng, Kamis (24/06/2021).

Dalam pertemuan ini, Kadislutkan bersama Host TVRI Kalteng Sony K. Mahat berkesempatan membahas potensi perikanan di Kalimantan Tengah, dimana potensi pesisir-pesisir laut Kalimantan Tengah sangat luar biasa yang akan terus ditingkatkan sehingga dapat mampu dijadikan potensi pangan di Indonesia.

Dalam tanggapannya, Kadislutkan Prov. Kalteng Ir. H. Darliansjah, M.Si menyampaikan bahwa potensi Kalimantan Tengah dapat dibagi menjadi tiga, yaitu potensi laut, perairan umum dan perairan tawar. Potensi Laut Kalimantan Tengah ada di tujuh Kabupaten pesisir di Kalimantan Tengah, dimana panjang pantainya 703,91 Km dan luasnya mencapai 94.500 km2. Perairan umum ada sungai besar sebanyak 11 sungai, sungai kecil sebanyak 33 sungai, danau sebanyak 555 danau dan rawa sebanyak 26 rawa.

Selain di daerah pesisir potensi yang berada di 7 Kabupaten juga ada budidaya, dimana Gubernur Kalimantan Tengah sedang gencar-gencarnya ingin mengembangkan Program Shrimp Estatet atau pengembangan Kawasan Tambak Budidaya Udang Vaname. Pengembangannya di mulai dari Kabupaten Sukamara lalu Kabupaten Seruyan kemudian Kabupaten pesisir lainnya. Dislutkan Prov. Kalteng bekerjasama dengan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) dan Pemerintah Daerah Kabupaten Sukamara membuat contoh demplot satu klaster tambak Udang Vaname seluas 5,2 hektar, yang terdiri dari 18 kolam produksi. Potensi Tambak budidaya Udang Vaname di Kalimantan Tengah ini diharapkan dapat memberikan kontribusi terhadap ekspor Udang Vaname Indonesia.

Ditengah pandemi covid-19 ini, sektor kelautan dan perikanan memberikan kontribusi positif dalam pertumbuhan ekonomi yaitu mencapai 22,7%, ditengah kontraksi minusnya pertumbuhan Kalteng yang mencapai -3,12%, yang artinya sektor perikanan sangat menantang dan menjanjikan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi.

Ir. H. Darliansjah, M.Si mengatakan, “selain potensi Udang Vaname dari sektor potensi laut, Gubernur Kalteng juga menginginkan sektor kelautan dan perikanan dikembangkan juga dari potensi perairan umum yaitu dengan mengembangkan ikan-ikan lokal khas Kalimantan Tengah, salah satunya dengan mengembangkan Kampung Budidaya Ikan Lokal”.

“Potensi Danau dan Rawa juga memberikan kontribusi yang besar dalam pengembangan ikan-ikan lokal sehingga dapat memberikan nilai ekonomis disekitarnya, dan melibatkan warga lokal setempat untuk menjaga keberlangsungan danau dan rawa disekitarnya,” lanjutnya.

Pada kesempatan ini juga Ir. H. Darliansjah, M.Si menyampaikan bahwa Dislutkan Kalteng terus menyosialisasikan Gerakan Makan Ikan, karena dengan memakan ikan akan menjadikan kita menjadi manusia sehat, kuat dan cerdas. Dukungan dari masyarakat, pelaku usaha dan mitra-mitra kelautan dan perikanan sangat luar biasa dan sinergis dalam pengembangan kemajuan sektor kelautan dan perikanan, baik dari segi budidaya, penangkapan, pengawasan maupun pengolahan hasil perikanan.

Sesuai fungsinya dalam pengawasan perairan, Dislutkan Prov. Kalteng bekerja sama dengan Polairud dan Masyarakat, terutama yang tergabung dalam Kelompok Masyarakat Pengawas (POKMASWAS) membantu melakukan pengawasan perairan perikanan di Kalimantan Tengah dari oknum-oknum yang ingin merusak ekosistem sumberdaya ikan dengan melakukan penangkapan ikan dengan cara-cara yang tidak ramah lingkungan, seperti menyetrum, menggunakan bom dan menggunakan bahan kimia berbahaya.

“Saya mengajak masyarakat Kalimantan Tengah agar sama-sama menjaga kawasan perairan kita dan sama-sama merawat ekosistem sumberdaya ikan sehingga lebih lestari dengan cara tidak melakukan penangkapan ikan dengan cara-cara yang tidak ramah lingkungan, mengingat potensi kelautan dan perikanan kita yang sangat besar,” tutup Ir. H. Darliansjah, M.Si. (CK/TN)