Verifikator |

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (Kadislutkan) Provinsi Kalimantan Tengah (Prov. Kalteng) Ir. H. Darliansjah, M.Si hadir sebagai Narasumber Program Kalteng Bicara yang dihasilkan oleh TVRI Kalimantan Tengah. Program ini merupakan salah satu program acara yang langsung ditayangkan di TVRI Kalteng pada hari ini, Selasa (26/7/2022) siang.


Dengan dipandu oleh Son i  K. Mahat sebagai Host TVRI Kalteng, acara ini mengangkat tema tentang “Perkebunan Udang Kalteng Berkah”. Selain Kadislutkan Prov. Kalteng, hadir sebagai narasumber adalah Anggota DPRD Prov. Kalteng Ir. Lohing Simon dan Akademisi dari Universitas Palangka Raya Dr. Ricky Djauhari, S.Pi, M.Si .


Dalam acara ini, Kadislutkan berkesempatan membahas potensi pengembangan Perkebunan Udang Kalteng Berkah yang sedang dibangun di Desa Sei Raja, Kabupaten Sukamara. Pada kawasan Shrimp Estate Kalteng Berkah ini dikembangkan tambak budidaya udang vaname.

 

H. Darliansjah  menyampaikan bahwa potensi kelautan dan perikanan Kalimantan Tengah dengan garis pantai mencapai 703 Km memiliki potensi untuk dikembangkan oleh daerah terutama di tengah kondisi pandemi covid-19 sehingga ketersediaan pangan menjadi isu dunia yang harus disikapi. Hal inilah yang kemudian disambut oleh Gubernur Kalimantan Tengah H. Sugianto Sabran berkomitmen dan membangun inovasi dan terobosan untuk membangun kawasan tambak udang vaname yang diberi nama Shrimp Estate Kalteng Berkah .


“Harapan Bapak Gubernur bahwa dengan dibangunnya Perkebunan Udang ini akan memberikan beberapa efek yaitu adanya pemberdayaan bagi pelaku usaha perikanan khususnya di Desa Sei Raja Kabupaten Sukamara,” ujarnya.


Selain adanya pemberdayaan pelaku usaha H. Darliansjah berharap adanya penyerapan tenaga kerja lokal, adanya tenaga ahli yang dapat mentransfer keahlian dan kemampuannya ke tenaga kerja lokal, dapat memberikan kontribusi PAD kepada Kalimantan Tengah.


H. Darliansjah mengatakan, “Salah satu hal yang paling penting pula adalah kehadiran Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah dalam membangun perkebunan udang menjadi model di sekitar wilayah Sukamara dan di kabupaten pesisir lainnya, serta menjadi pemicu bagi wilayah lainnya sektor kelautan dan perikanan di Kalimantan Tengah bisa terangkat.”

 

Dalam kawasan shrimp estate ini, direncanakan akan dilengkapi dengan fasilitas pendukung yang dibangun secara bertahap sesuai skala prioritasnya. H. Darliansjah menambahkan bahwa shrimp estate sesuai dengan penamaannya karena yang dibangun merupakan sebuah kawasan yang terintegrasi dari hulu hingga hilir jadi tidak hanya kegiatan budidaya tambak saja yang ada namun juga dilengkapi dengan fasilitas pendukung lainnya seperti fasilitas pabrik es, cold storage , serta fasilitas pendukung riset ,


“Dalam waktu dekat, kita harus membangun secepat mungkin dan saat ini sudah kita land clearing dan sudah kita bangun jalan masuk dan jalan produksi, dan juga sudah dibangun bangunan pendukung seperti gudang dan kantor utama, kemudian bulan depan target kita mulai membangun petakan-petakan tambak perkebunan udang sesuai dengan desainnya dan karena keterbatasan waktu yang direncanakan pada tahun 2023 tuntas dan saya yakin dengan perencanaan yang baik maka hasilnya semoga akan optimal dan baik,” tambah H. Darliansjah .

 

“Dalam waktu dekat pada 30 Juli 2022 ini, tim dari Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) akan berkunjung ke kawasan Shrimp Estate Kalteng Berkah di Desa Sei Raja Kabupaten Sukamara dan Saya berharap dukungan dari semua pihak salah satunya dari anggota dewan yang hadir saat ini untuk dukungannya di pusat sehingga KKP akan menjadikan Kalteng sebagai salah satu pilot project pembangunan kebun udang dengan menggunakan sumber dana pinjaman KKP,” pungkas H. Darliansjah .

 

Udang Vaname merupakan salah satu komoditas udang yang bernilai ekonomis tinggi dan digemari oleh masyarakat. Dalam pembudidayaannya, udang vaname memiliki beberapa keunggulan yaitu memiliki daya tahan yang cukup baik dalam kondisi lingkungan apapun, laju pertumbuhan udang vaname ini termasuk cepat dibandingkan jenis udang lainnya, tidak memerlukan banyak pakan dalam pemeliharaannya, serta waktu pemeliharaan yang relatif pendek sehingga dapat mempercepat waktu panen dibandingkan jenis udang lainnya. (Tin/ Foto:Adt)